Ramadan
tahun ini sudah terlewati. Rasanya semua umat muslim dalam doanya di akhir
Ramadan mohon kepada Allah SWT agar dapat dipertemukan
kembali dengan Ramadan tahun depan. Namun di balik semua itu, berakhirnya
Ramadan berarti kita bertemu dengan hari yang juga dinanti, yaitu hari Idul
Fitri.
Bagi
masyarakat Indonesia, hari Idul Fitri sering disebut sebagai hari Lebaran. Kata
Lebaran sendiri dikisahkan memiliki beberapa muasal. Salah satunya, dalam
bahasa Jawa dapat diartikan ‘wis bubar’, yang berarti sudah selesai. Dapat juga
diartikan bahwa Lebaran berarti berakhirnya bulan Ramadan dan datanglah bulan
Syawal, yang pada tanggal 1 nya dirayakan sebagai hari Idul Fitri.
Ramadan
memang bulan yang penuh berkah. Tidak heran
jika semua muslim ingin merasakan kembali hadirnya Ramadan. Tidak hanya dari sisi
ibadah kepada Allah, tetapi juga berkah lain yang biasanya hanya ada di bulan
Ramadan. Bagi pengusaha kuliner, bulan Ramadan saatnya panen aneka makanan, khususnya kue kering. Nastar, putri salju,
dan kastengel adalah ‘raja’nya. Belum lagi aneka biskuit dalam kaleng yang
mengisi penuh rak-rak toko dan swalayan.
Selain
makanan, fashion -khususnya busana muslim- juga mencapai puncak
panennya di bulan Ramadan. Bisa
jadi ini terjadi karena karena lebaran identik dengan baju baru. Bahkan bagi
sebagian besar orang, rasanya kurang afdol kalau tidak mengenakan baju baru di
hari raya Idul Fitri.
Seperti
juga aneka kue kering ada yang paling digemari atau paling dicari, fashion pun
demikian. Biasanya fashion yang dicari
adalah tren
yang berkiblat pada artis. Coba saja, datang ke pusat-pusat grosir seperti
Mangga Dua, atau Thamrin City, aneka jenis fashion ‘berlabel’ artis akan tampak
bergelantungan. Misalnya kerudung Syahrini, Tunik Ashanty, dll. Dan baju-baju
ini laris manis seperti kolak di bulan Ramadan.
Ramadan tahun ini salah satu item fashion yang paling dicari adalah:
kaftan Nagita Slavina. Memang artis yang satu ini memiliki image yang baik di
masyarakat sehingga apapun yang dikenakannya cepat menjadi tren. Kaftan dengan
bahan brokat bersulam motif bunga yang dikenakan Nagita pun tidak ketinggalan
menjadi buruan di bulan Ramadan.
![]() |
Kaftan Nagita yang nge-Hitz |
Baju
ini padahal sudah dipakai Nagita ketika menghadiri sebuah acara di tahun
2016, jauh
sebelum bulan Ramadan. Tetapi baju yang
dirancang oleh adik ipar Nagita ini masih menjadi tren di
lebaran tahun ini.
Selain
Nagita tentunya ada Syahrini, sang
Princess dengan
kaftannya yang juga tak kalah modis, begitu pula dengan Ola Ramlan. Aneka baju ‘berlabel’
artis itu laris manis karena harapannya, dengan
memakainya penampilan
ikut cantik dan menarik, seperti artisnya.
Selain
berburu baju baru di toko, beberapa keluarga sengaja menjahitkan atau memesan
baju lebaran yang senada, atau bahkan kembar untuk keluarganya. Untuk membeli
kain hingga ke penjahit kadang harus
dilakukan berbulan-bulan sebelumnya, karena jasa penjahit di bulan Ramadan juga
laris manis dan biasanya sudah tutup order. Momen
lebaran memang seringkali dijadikan momen pengambilan foto keluarga, karena seluruh
keluarga yang jauh biasanya akan berkumpul di hari yang berbahagia ini. Jadi semua
ingin tampil dengan maksimal dan serasi.
Ketika
saya perhatikan foto-foto keluarga saya saat lebaran, hehe, nggak pernah ada
foto dengan baju yang senada, apalagi sarimbit. Saya juga udah lupa kapan terakhir sengaja beli baju baru untuk lebaran. Beberapa tahun lalu
memang anak-anak dibelikan baju koko di bulan Ramadan, tapi end up dipakai
duluan di acara sekolahnya, dan bukan dipakai pertama pas hari Lebaran. Jadi,
tradisi baju baru di keluarga saya memang bisa dibilang nggak ada.
Tapi
bukan berarti saya nggak suka fashion, saya suka memperhatikan model-model baju medsos, yang dari hari kehari semakin banyak jenis dan modelnya. Dan istimewanya, pada bulan Ramadan, artis-artis yang berseliweran di
televisi jadi berpakaian lebih tertutup, dan tak jarang memakai hijab.
Kalau
ditanya fashion untuk lebaran yang saya sukai, bisa dilihat dari hasil
capture-an saya di pinterest berikut ini. Saya bisa dibilang suka model yang
simpel, dan warna-warna pastel, atau earth-colour gitu. Yah, barangkali bisa dijadikan contekan untuk fashion lebaran tahun depan.
![]() |
Gaya Sporty |
![]() |
Gaya agak-agak Girlie |
![]() |
Gaya Natural |
Selera fashion saya
bisa dibilang 'polosan'. Malahan kata salah satu teman saya, nggak modis dan pucet. Saya memang kurang suka tampil menyolok, meskipun untuk event sekali
setahun macam lebaran.
Berhias memang dianjurkan ketika hari raya, seperti juga kita
dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik ketika datang ke masjid. Tapi di
masa sebagian besar dari kita punya lebih dari
sepotong baju yang layak dan bagus seperti sekarang ini, membeli baju baru untuk lebaran menjadi hal yang tidak harus selalu dilakukan. Yang penting kita memakai pakaian yang bersih, rapi, dan baik.
Membeli
baju baru dan mengikuti tren fashion untuk menyambut Lebaran memang tidak
dilarang. Yang dilarang adalah jika demi itu semua jadi melupakan hal yang
lebih penting dan wajib dilakukan, misalnya jadi lupa membayar zakat fitrah
karena harta dipakai membeli baju baru. Atau jika baju baru yang dibeli untuk
lebaran menjadikan kita sombong dan pamer.
Baju
hakikatnya adalah pelindung diri kita, penutup aurat, yang menjadikan manusia
lebih beradab dibandingkan makhluk lainnya.
Nah memaksakan diri untuk ikut tren fashion agar tampil modis di kala lebaran rasanya kurang perlu. Yang perlu adalah memaksakan 'tren' bagi diri kita sendiri agar pakaian kita menjadi semakin baik dari tahun ke tahun.
Artikel
ini diikutkan dalam GiveAway http://www.noviadomi.com
Unyu yaa kaftan gigi, pendek juga, biasanya kan panjang ya dress nya
BalasHapusIya ya Mak.. kalo pake jilbab ya mesti ditambah panjangnya atau pake celana panjang.
Hapus