Rabu, 12 Juli 2017

Tren Fashion Lebaran



Ramadan tahun ini sudah terlewati. Rasanya semua umat muslim dalam doanya di akhir Ramadan mohon kepada Allah SWT agar dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan tahun depan. Namun di balik semua itu, berakhirnya Ramadan berarti kita bertemu dengan hari yang juga dinanti, yaitu hari Idul Fitri. 

Bagi masyarakat Indonesia, hari Idul Fitri sering disebut sebagai hari Lebaran. Kata Lebaran sendiri dikisahkan memiliki beberapa muasal. Salah satunya, dalam bahasa Jawa dapat diartikan ‘wis bubar’, yang berarti sudah selesai. Dapat juga diartikan bahwa Lebaran berarti berakhirnya bulan Ramadan dan datanglah bulan Syawal, yang pada tanggal 1 nya dirayakan sebagai hari Idul Fitri. 

Ramadan memang bulan yang penuh berkah. Tidak heran jika semua muslim ingin merasakan kembali hadirnya Ramadan. Tidak hanya dari sisi ibadah kepada Allah, tetapi juga berkah lain yang biasanya hanya ada di bulan Ramadan. Bagi pengusaha kuliner, bulan Ramadan saatnya panen aneka makanan, khususnya kue kering. Nastar, putri salju, dan kastengel adalah ‘raja’nya. Belum lagi aneka biskuit dalam kaleng yang mengisi penuh rak-rak toko dan swalayan. 

Selain makanan, fashion -khususnya busana muslim-  juga mencapai puncak panennya di bulan Ramadan. Bisa jadi ini terjadi karena karena lebaran identik dengan baju baru. Bahkan bagi sebagian besar orang, rasanya kurang afdol kalau tidak mengenakan baju baru di hari raya Idul Fitri. 

Seperti juga aneka kue kering ada yang paling digemari atau paling dicari, fashion pun demikian. Biasanya fashion yang dicari adalah tren yang berkiblat pada artis. Coba saja, datang ke pusat-pusat grosir seperti Mangga Dua, atau Thamrin City, aneka jenis fashion ‘berlabel’ artis akan tampak bergelantungan. Misalnya kerudung Syahrini, Tunik Ashanty, dll. Dan baju-baju ini laris manis seperti kolak di bulan Ramadan. 

Ramadan tahun ini salah satu item fashion yang paling dicari adalah: kaftan Nagita Slavina. Memang artis yang satu ini memiliki image yang baik di masyarakat sehingga apapun yang dikenakannya cepat menjadi tren. Kaftan dengan bahan brokat bersulam motif bunga yang dikenakan Nagita pun tidak ketinggalan menjadi buruan di bulan Ramadan. 

Kaftan Nagita yang nge-Hitz
Baju ini padahal sudah dipakai Nagita ketika menghadiri sebuah acara di tahun 2016, jauh sebelum bulan Ramadan. Tetapi baju yang dirancang oleh adik ipar Nagita ini masih menjadi tren di lebaran tahun ini.
Selain Nagita tentunya ada Syahrini, sang Princess dengan kaftannya yang juga tak kalah modis, begitu pula dengan Ola Ramlan. Aneka baju ‘berlabel’ artis itu laris manis karena harapannya, dengan memakainya penampilan ikut cantik dan menarik, seperti artisnya. 

Selain berburu baju baru di toko, beberapa keluarga sengaja menjahitkan atau memesan baju lebaran yang senada, atau bahkan kembar untuk keluarganya. Untuk membeli kain hingga ke penjahit kadang harus dilakukan berbulan-bulan sebelumnya, karena jasa penjahit di bulan Ramadan juga laris manis dan biasanya sudah tutup order. Momen lebaran memang seringkali dijadikan momen pengambilan foto keluarga, karena seluruh keluarga yang jauh biasanya akan berkumpul di hari yang berbahagia ini. Jadi semua ingin tampil dengan maksimal dan serasi. 

Ketika saya perhatikan foto-foto keluarga saya saat lebaran, hehe, nggak pernah ada foto dengan baju yang senada, apalagi sarimbit. Saya juga udah lupa kapan terakhir sengaja beli baju baru untuk lebaran. Beberapa tahun lalu memang anak-anak dibelikan baju koko di bulan Ramadan, tapi end up dipakai duluan di acara sekolahnya, dan bukan dipakai pertama pas hari Lebaran. Jadi, tradisi baju baru di keluarga saya memang bisa dibilang nggak ada. 

Tapi bukan berarti saya nggak suka fashion, saya suka memperhatikan model-model baju medsos, yang dari hari kehari semakin banyak jenis dan modelnya. Dan istimewanya, pada bulan Ramadan, artis-artis yang berseliweran di televisi jadi berpakaian lebih tertutup, dan tak jarang memakai hijab. 

Kalau ditanya fashion untuk lebaran yang saya sukai, bisa dilihat dari hasil capture-an saya di pinterest berikut ini. Saya bisa dibilang suka model yang simpel, dan warna-warna pastel, atau earth-colour gitu. Yah, barangkali bisa dijadikan contekan untuk fashion lebaran tahun depan.
Gaya Sporty

Gaya agak-agak Girlie

Gaya Natural
Selera fashion saya bisa dibilang 'polosan'. Malahan kata salah satu teman saya, nggak modis dan pucet. Saya memang kurang suka tampil menyolok, meskipun untuk event sekali setahun macam lebaran. 

Berhias memang dianjurkan ketika hari raya, seperti juga kita dianjurkan untuk mengenakan pakaian terbaik ketika datang ke masjid. Tapi di masa sebagian besar dari kita punya lebih dari sepotong baju yang layak dan bagus seperti sekarang ini, membeli baju baru untuk lebaran menjadi hal yang tidak harus selalu dilakukan. Yang penting kita memakai pakaian yang bersih, rapi, dan baik.

Membeli baju baru dan mengikuti tren fashion untuk menyambut Lebaran memang tidak dilarang. Yang dilarang adalah jika demi itu semua jadi melupakan hal yang lebih penting dan wajib dilakukan, misalnya jadi lupa membayar zakat fitrah karena harta dipakai membeli baju baru. Atau jika baju baru yang dibeli untuk lebaran menjadikan kita sombong dan pamer.  

Baju hakikatnya adalah pelindung diri kita, penutup aurat, yang menjadikan manusia lebih beradab dibandingkan makhluk lainnya. 

Nah memaksakan diri untuk ikut tren fashion agar tampil modis di kala lebaran rasanya kurang perlu. Yang perlu  adalah memaksakan 'tren' bagi diri kita sendiri agar pakaian kita menjadi semakin baik dari tahun ke tahun.

 Artikel ini diikutkan dalam GiveAway http://www.noviadomi.com

3 komentar: